Cerita Ibu Dapat Pesan Terakhir dari Anaknya yang Meninggal sebelum Wisuda di Untan Pontianak

Uncategorized

Mahasiswi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Marselina Julita sempat menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya sebelum meninggal dunia. Sebelum bisa mengikuti acara wisudanya, Marselina meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Sabtu (28/12/2019) lalu. Ibu Marselina yakni Cristiani Marcieny, mengaku mendapat pesan terakhir sebelum ditinggal sang putri.

Ia mengatakan, dirimya diminta untuk mengambil ijazah Marselina saat acara wisudanya. "Pesan terakhirnya adalah meminta saya mengambil ijazahnya," kata Cristiani Marcieny, dikutip dari , Sabtu (1/2/2020). Marselina sejak kecil tinggal dan dirawat oleh neneknya.

Sebab, dirinya bekerja sebagai guru di SMK Negeri 1 Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Cristiani Marcieny mewujudkan pesan terakhir Marselina dengan datang ke acara wisuda Universitas Tanjungpura periode II, Kamis (30/1/2020). Mengutip , Cristiani hadir mengenakan baju putih dengan riasan di wajahnya.

Dirinya berdiri di podium mewakili Marselina untuk mengambil ijazah yang diserahkan secara simbolis. Hadir pula nenek dari Marsellina yakni Marciana Beata dan kakek Dominicus Lorentius B bersama keluarga lainnya. Marsellina mengatakan, saat yudisium dirinya hadir tanpa mengetahui apa yang akan dilakukan saat itu.

Sementara, pada saat wisuda juga diminta oleh pihak kampus untuk hadir. Menurutnya, saat sidang skripsi anaknya, harus dilakukan diruang inap Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso. Setelah dinyatakan lulus, Marselina harus meninggal dunia karena penyakit kista.

Momen wisuda tersebut, bagi Cristiani sebagai kebanggan terbesar bagi dirinya pada sang anak. "Wisuda hari ini juga sebagai kebanggaan terbesar bagi keluarga, dan memang dia adalah anak perempuan satu satunya yang menjadi harapan kita, tapi kita tidak tau rencana Tuhan pada 28 Desember 2019 ia pun telah dipanggil Tuhan," ungkapnya. Ia mengatakan tanggal anaknya dipanggil sang kuasa tepat bersamaan dengan tanggal yudisium dan tanggal wisuda tepat dengan tanggal pemakaman anak tercinta.

"Dengan seperti ini membuat Marsellina semakin sangat berarti, dan ini memang sudah menjadi rencana Tuhan," imbuhnya. "Kami pihak keluarga terima kasih karena sudah sangat diperhatikan dalam acara wisuda," ujar Cristiani. Menurutnya, penyakit anaknya berawal dari haid sejak SMP yang kurang lancar.

Marselina haid kadang 2 bulan sekali itu pun harus dipicu dengan obat herba. Ia mengatakan, Marselina pernah di operasi pada masuk semester II perkuliahan. Saat itu keluhannya tidak bisa buang air dan perutnya sakit.

Saat itu tidak mau dioperasi karena tidak mau kemo yang akan mengakibatkan rambutnya rontok. Ia mengatakan, anaknya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya di luar Kalimantan Barat. Selama menunggu waktu wisuda, Marselina merasa demam.

Masuk rawat inap di RS Cipto Mangunkusomo Jakarta, hemoglobinnya menurun, dan ternyata tumornya tumbuh lagi. Saat itu dokter menolak untuk operasi karena baru operasi dan dilakukan kemo. Pada 25 Desember Lita masih video call dengan ibunda dan ada beberapa hal yang disampaikan.

“Mama saya mohon maaf saya tidak bisa memenuhi harapan mama. Saya tidak bisa ikut wisuda. Saya capek dan sakit, infus sudah di pasang dimana mana,” ujarnya menirukan. Marselina meminta ibundanya untuk menjemput. Namun, belum bisa ke Jakarta karena ada tugas di hari yang sama.

Ia hanya bisa memberikan semangat dari jauh. Cristiani menyampaikan terima kasih kepada pihak keluarga besar Universitas Tanjungpura, yang telah mengantarkan anaknya menyelesaikan program sarjana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *