Hasil Penelitian Terbaru di Perancis Sebut 95% Pasien Positif Covid-19 Bukan Perokok

Uncategorized

Wabah Virus Corona atau Covid 19 melanda hampir seluruh negara negara di dunia. Mengakibatkan dampak di berbagai bidang baik sosial, ekonomi, politik, dan keamanan. Kondisi ini membuatsejumlah negara menggiatkan penelitian tentang virus ini, baik yang dilakukan di rumah sakit maupun laboratorium.

Apalagi hingga kini belum ada satupun penelitian yang bisa memastikan soal penyebab dan apa penyembuh virus berbahaya yang satu ini. Nah, penelitian yang dilakukan oleh rumah sakit di Prancis ini jadi salah satu penelitian yang menarik perhatian publik. Bila sebelumnya kebanyakan kalangan dokter menyebut perokok mempunyai resiko tertular Covid 19 lebih besar, hasil penelitian di Perancis ini kebalikannya.

Dilansir Al Arabiya , peneliti di RS Pitié Salpêtrière, Paris, Prancis, melansir penelitian yang tak populis. Menurut mereka, kaum perokok justru punya resiko tertular 80 persen lebih aman daripada mereka yang tak perokok. Salah satu indikator penelitian mereka adalah, saat memperhatikan pasien Covid 19 yang dirawat di RS tersebut.

Dari 482 pasien yang dirawat di sana, ternyata hanya 5 persen dari mereka yang berstatus perokok aktif. Pasien itu dirawat di RS Pitié Salpêtrière pada periode 28 Februari hingga 9 April 2020. Hasil penelitian ini dirilis dalam sebuah jurnal oleh ilmuwan at RS Pitié Salpétrière, Zahir Amoura dan seorang profesor dari France’s Pasteur Institute, Jean Pierre Changeux.

Penelitian ini membuat ilmuwan tertarik mencoba menggunakan nikotin untuk mengobati pasien Covid 19. "Merokok, sepertinya malah jadi pelindung dari infeksi SARS CoV 2 atau Covid 19)," tulis jurnal tersebut. Amoura dan Changeux menjelaskan, ada kemungkinan nikotin yang ada di rokok, akan mempengaruhi apakah molekul Virus Corona bisa menempel ke reseptor tubuh manusia.

Nikotin, sama halnya seperti Virus Corona, menempel di reseptor tubuh manusia. Mereka pun berpendapat bila nikotin yang menempel bisa membuat molekul Covid 19 tak bisa menempel ke reseptor tubuh manusia. Ironisnya, di Perancis sendiri, rokok adalah pembunuh nomor satu.

Dalam laporan yang pernah dirilis AFP, diperkirakan 75 ribu orang meninggal setiap tahun di Perancis, karena merokok. Hingga kini WHO juga masih memperingatkan, perokok, bersama penderita diabetes, sakit jantung, atau sakit paru paru, punya resiko lebih tinggi untuk mendapat dampak komplikasi dari Virus Corona. Dalam penelitian sebelumnya, di Wuhan, perokok yang tertular Covid 19 mendapat resiko 14 kali lipat untuk menderita serangan komplikasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *